Monday, July 10, 2017

Pagoda 9 tingkat di Pulau Kemaro - Sumsel


Pulau ini cukup unik karena terbentuk dari proses alam di Sungai Musi berpuluh tahun lampau, dimana tanah dan lumpur yang terbawa aliran Sungai Musi akhirnya berkumpul di muara sungai dan membentuk Pulau Kemaro tepat di titik pertemuan antara sungai dan laut. Untuk menuju ke sana, wisatawan harus naik perahu dan membelah Sungai Musi. Sepanjang perjalanan Anda akan disuguhi dengan rumah-rumah terapung dan kehidupan masyarakat Palembang yang tinggal di sepanjang sungai. Menurut penduduk tepian Sungai Musi pulau ini tidak pernah tenggelam ataupun terendam air meskipun dalam kondisi Sungai Musi yang pasang sekalipun.

Nuansa pecinan terlihat jelas dari bangunan yang ada. Di pulau ini memang terdapat kelenteng (pagoda) yang masih digunakan, khususnya ketika Cap Go Meh. Sebagian besar warga Palembang keturunan Tionghoa akan sembahyang di kelenteng ini. Kelenteng yang terletak di tengah pulau dan berdiri gagah merupakan bukti bahwa budaya Tionghoa tumbuh dan berkembang di Palembang. Di depan klenteng  yang didirikan sejak tahun 1962 di Pulau Kemaro terdapat makam Tan Bun An (Pangeran) dan Siti Fatimah (Putri) yang berdampingan. Kisah cinta mereka berdualah yang menjadi legenda terbentuknya pulau ini.

AKSES
---------
Dari Palembang, kamu bisa menyusuri Jalan RE Martadinata, terus ke Jalan Mayor Zen hingga Jalan Dr Sutami dan berhenti tepat di penyeberangan ke Pulau kemaro. Untuk menyeberang kamu butuh merogoh kocek Rp 50.000 untuk perjalanan pergi-pulang. 





EmoticonEmoticon